Saat kita merasa putus asa, sendirian, cemas, atau marah, seringkali membuat kita sulit bahkan lupa untuk bersyukur. Kita mungkin tahu kita seharusnya merasa bersyukur, tapi anda mungkin mengalami kesulitan untuk mengucap syukur. Mungkin anda terbebani dengan masalah pribadi, atau mungkin anda sedang berjuang dengan kondisi pekerjaan yang tak menentu, kesulitan keuangan, pasangan berselingkuh atau kekacauan keluarga.

Saat kita merasa putus asa, sendirian, cemas, atau marah, seringkali membuat kita sulit bahkan lupa untuk bersyukur. Kita mungkin tahu kita seharusnya merasa bersyukur, tapi anda mungkin mengalami kesulitan untuk mengucap syukur. Jadi bagaimana ya?

Bersyukur mungkin tidak akan menyembuhkan stres atau patah hati anda secara langsung, tapi ini bisa membantu meringankan rasa sakit dihati dan pikiran anda sedikit demi sedikit. Bersyukur juga bisa memberikan harapan. Ada banyak alasan bagus untuk membuat kebiasaan bersyukur setiap hari sepanjang hidup anda. Alih-alih mengkhawatirkan masa depan, rasa syukur mengingatkan kita akan  situasi dan kondisi sekarang; saat ini. Bersyukur membantu kita fokus pada apa yang baik, pada apa yang bekerja daripada apa yang tidak.  Ketika kita berfokus pada hal-hal baik dalam hidup kita, kita melatih otak kita untuk mencari yang positif. Jadi, dengan mempraktikkan rasa syukur kita akan melihat lebih banyak hal baik di dunia ini. Masalah kita tidak hilang, tapi akan terasa lebih mudah untuk dikendalikan.

Bersyukur mungkin tidak akan menyembuhkan stres atau patah hati anda secara langsung, tapi ini bisa membantu meringankan rasa sakit dihati dan pikiran anda sedikit demi sedikit.

Rasa syukur yang sejati, seperti cinta, walaupun mungkin tampak berupa tindakan yang harus dilakukan tetapi sebenarnya bersyukur adalah sebuah emosi. Yang anda butuhkan hanyalah kemauan untuk berlatih bersyukur, bahkan jika rasa dendam, kesedihan, atau ketakutan telah berkurang. Jangan menunggu rasa syukur akan datang dengan sendirinya jika anda sudah merasa bahagia kelak untuk mencoba satu atau beberapa hal berikut ini:

  1. Hubungi teman, orangtua, saudara anda dan ucapkan terima kasih atas perhatian yang telah mereka berikan pada hidup anda. Bisa saja anda menyampaikan dengan spesifik, seperti menyebutkan bagaimana mereka mendengarkan cerita anda saat anda bercerai, atau membawakan kue kesukaan anda ketika tahu anda sudah lama tidak makan kue tersebut.
  2. Katakan terima kasih juga kepada siapa saja disekitar anda yang telah membantu anda walaupun mungkin yang mereka lakukan sudah menjadi bagian dari pekerjaan mereka. Misalnya kepada petugas supermarket yang telah membantu anda atau bahkan pujilah mereka atas kebaikan, efisiensi, atau seberapa sabar mereka dengan keluhan anda.
  3. Anda bisa juga melakukan suatu perilaku untuk menunjukkan rasa syukur, misalnya anda bisa menunjukkan cinta pada pasangan yang rewel dengan mengeluarkan sampah, mencuci pakaian, membuatkan masakan, bahkan mungkin pada saat anda tidak merasakan perasaan bersyukur. Biasanya dengan mempraktikkan rasa syukur , akhirnya anda akan mulai merasa lebih bersyukur, tidak perlu anda menilai buruk atau bahkan memaki diri sendiri karena tidak selalu merasa bersyukur.
Rasa syukur yang sejati, seperti cinta, walaupun mungkin tampak berupa tindakan yang harus dilakukan tetapi sebenarnya bersyukur adalah sebuah emosi.  Yang anda butuhkan hanyalah kemauan untuk berlatih bersyukur, bahkan jika rasa dendam, kesedihan, atau ketakutan telah berkurang.

 

Penting untuk diingat: Apa yang tidak kita syukuri sekarang mungkin anda akan syukuri nanti. Terkadang keadaan yang kita anggap menyulitkan, mengecewakan ataupun menyakitkan ternyata bisa menguntungkan kita. Kita biasanya tidak melihat gambaran besarnya sampai beberapa waktu kemudian. Jadi, berbaik hatilah pada diri sendiri jika anda sedang mengalami masa-masa sulit untuk merasakan rasa syukur. Ini adalah kesempatan anda untuk melatih penerimaan diri terhadap perjalanan emosi anda. Meskipun anda sedang kesal luar biasa, dan anda masih  bertanya pada diri sendiri, “Apa gunanya hal ini?” Mungkin anda pernah mendengar pepatah, “Apa yang tidak membunuh akan kita membuat kita lebih kuat” tapi ingat, hanya jika kita bisa belajar dari pengalaman sulit kita ya. Pelajaran hidup anda akan terungkap selama perjalanan hidup anda berlangsung, jadi jangan khawatir jika anda belum melihatnya sekarang – tetap buka mata hati anda ya.

Penting untuk diingat: Apa yang tidak kita syukuri sekarang mungkin anda akan syukuri nanti. Terkadang keadaan yang kita anggap menyulitkan, mengecewakan ataupun menyakitkan ternyata bisa menguntungkan kita. Kita biasanya tidak melihat gambaran besarnya sampai beberapa waktu kemudian.

 

Advertisements