Tidak dipungkiri jika berpikir positif merupakan cara bagi seseorang untuk menghadapi masalah kehidupan ataupun demi mencapai cita-cita yang kita harapkan. Bahkan boomingnya pemikiran ini, terlihat dengan menjamurnya motivator di Indonesia, mengajak kita untuk terus merangkul optimisme dan meyakini tidak ada yang tidak mungkin. Hasil penelitian psikologi juga menemukan bahwa orang yang optimis lebih mudah untuk menikmati kehidupannya dan lebih sehat secara fisik. Namun, penting juga untuk disadari dampak buruknya jika hanya memegangi pemikiran positif saja. Bahkan bapak Psikologi Positif; Martin Seligman juga menemukan bahwa optimisme dapat mencegah kita untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya.

Penting untuk disadari dampak buruk jika hanya memegangi pemikiran positif saja. Bahkan bapak Psikologi Positif; Martin Seligman juga menemukan bahwa optimisme dapat mencegah kita untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya.

Mitos 1: Membuat harapan setinggi mungkin merupakan cara berpikir positif yang baik.
Terfokus pada hal positif saja dapat merusak diri sendiri saat seseorang membangun harapan yang tidak realistis. Sama seperti ketika kita tidak sehat juga ketika memikirkan pikiran yang terlalu negatif, pikiran positif yang berlebihan juga bisa sama-sama merugikan. Jika anda menilai terlalu banyak dampak positif yang akan terjadi pada hidup anda, anda mungkin akan kecewa saat kenyataan tidak sesuai dengan bayangan anda.

Terfokus pada hal positif saja dapat merusak diri sendiri saat seseorang membangun harapan yang tidak realistis.

Mitos 2: Pikiran Positif memiliki kekuatan hebat.
Sepanjang berpikir positif, terkadang seseorang juga membuat pemikiran magis. Ada anggapan bahwa jika anda berpikir positif, anda dapat membuat sesuatu terjadi, namun semua pemikiran positif di dunia tidak akan selalu menghasilkan keberuntungan atau mencegah terjadinya tragedi. Meski berpikiran positif tentu saja memiliki banyak tujuan baik; seperti untuk membantu kita menghadapi keadaan sulit, optimisme tidak dapat mengubah realitas suatu situasi. Tidak berarti anda perlu menahan harapan atau berusaha melihat sisi baiknya, tetapi menipu diri anda untuk selalu percaya, “Jika saya berpikir cukup positif, semuanya akan berhasil,” ini tidak realistis. Idealisme tidak dapat mencegah terjadinya masalah.

Meski berpikiran positif tentu saja memiliki banyak tujuan baik; seperti untuk membantu kita menghadapi keadaan sulit, namun optimisme tidak dapat mengubah realitas suatu situasi. Maksudnya? Lihat http://bit.ly/2sgVcvH

Mitos 3: Berpikir positif akan menghasilkan tindakan yang positif
Seorang pengusaha mungkin berkata, “Saya hanya akan berpikir positif mengenai pendapatan saya untuk akhir tahun ini,” atau seorang mahasiswa mungkin berkata, “Tak perlu mencemaskan belajar, yang penting saya akan mengikuti ujian saya.” Jika mereka tidak menggabungkan pemikiran positif mereka dengan tindakan positif, tentu saja tidak mungkin mereka akan melihat hasil positif. Terlalu percaya diri tidak sama dengan pemikiran positif yang sehat. Meremehkan kemampuan diri anda sendiri untuk mencapai tujuan, dapat mencegah anda mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempersiapkan kesuksesan anda. Akibatnya, “pemikiran positif” anda bisa menjadi bumerang dan malah membuat anda merasa tidak siap menghadapi kenyataan situasi yang sesungguhnya.

Optimisme dan harapan bisa bermanfaat, tapi perlu ada keseimbangan antara pemikiran positif dengan kesengajaan menipu diri kita sendiri untuk percaya bahwa semuanya akan sempurna.

Optimisme dan harapan bisa bermanfaat, tapi perlu ada keseimbangan antara pemikiran positif dengan kesengajaan menipu diri kita sendiri untuk percaya bahwa semuanya akan sempurna. Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu anda mengembangkan pandangan realistis namun tetap optimis:

1. Berpikir positif tidak berarti anda bisa mengabaikan kerja keras yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Anda. Alih-alih berpikir, “Saya akan menjadi yang terbaik,” coba pikirkan, “Saya akan bekerja keras untuk melakukan yang terbaik.”

2. Cobalah untuk mengantisipasi rintangan yang mungkin anda hadapi di sepanjang perjalanan menuju tujuan anda. Berpikir, “tidak ada yang akan menghalangi saya,” dapat menyebabkan anda mengabaikan kenyataan yang mungkin akan anda hadapi. Tidak mungkin akan sampai di tempat yang anda inginkan tanpa memperhatikan gundukan di jalan. Bersedia untuk mengakui tantangan yang mungkin akan anda hadapi. Kesuksesan itu memerlukan banyak usaha yang penuh kegagalan sebelum anda tiba di sana.

3. Pertahankan sikap positif meski hasilnya mungkin tidak sesuai harapan. Alih-alih berpikir, “saya pasti berhasil,” ingatkan diri anda bahwa anda dapat memiliki sikap positif dalam kondisi kekalahan ataupun kemenangan. Pikiran positif yang sehat adalah membuat pilihan yang penuh kesadaran untuk menjadi positif tentang hidup anda saat ini. Alih-alih hanya berfokus pada apa yang anda butuhkan untuk membuat hidup anda lebih baik di masa depan, coba pertimbangkan semua hal yang dapat anda syukuri saat ini.

 

Berpikir positif tidak berarti anda bisa mengabaikan kerja keras yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan anda.

Semoga berpikir positif hanyalah salah satu dari banyak cara yang anda miliki untuk membantu mencapai tujuan hidup anda. Tetapi jika keseluruhan rencana anda untuk masa depan bergantung pada imajinasi yang anda inginkan saja, mungkin anda akan kecewa. Kombinasikan pemikiran positif anda dengan tindakan positif.

 

Advertisements