Banyak orang ingin selalu membuat sekitarnya berbahagia dan mereka akan melakukan apapun yang diminta oleh orang-orang sekitarnya tersebut. Mereka selalu mendahulukan orang lain sebelum diri mereka sendiri. Ada yang mengatakan bahwa mengiyakan orang lain sudah menjadi kebiasaan. Ada juga yang mengatakan rasanya menyenangkan sekali jika mereka merasa dibutuhkan. Hal ini membuat mereka terasa penting dan sudah berkontribusi pada kehidupan orang lain.

People-pleasers membutuhkan validasi dari luar dirinya. Perasaan aman dan keyakinan diri mereka didasarkan pada persetujuan orang lain. Hal ini terjadi karena kurangnya rasa percaya diri. Mereka khawatir reaksi orang lain jika mereka mengatakan tidak. Orang tidak ingin terlihat malas, tidak peduli, egois atau benar-benar egosentris. Mereka takut mereka tidak disukai dan dienyahkan dari kelompok, entah itu teman, keluarga atau rekan kerja.

People-pleasers membutuhkan validasi dari luar dirinya. Perasaan aman dan keyakinan diri mereka didasarkan pada persetujuan orang lain. Hal ini terjadi karena kurangnya rasa percaya diri.

Apa yang tidak disadari banyak People-pleasers adalah bahwa terus berusaha menyenangkan orang lain dapat memiliki resiko serius. Tidak hanya memberi banyak tekanan emosi pada diri anda, tapi anda juga bisa membuat diri anda kelelahan hingga sakit karena terlalu banyak melakukan sesuatu. Anda mungkin kurang tidur dan menjadi lebih cemas dan kesal. Anda juga akan menghabiskan sumber energi anda. Terburuknya, anda akan terbangun dari tidur dengan perasaan tertekan, karena terlalu berlebihan dan ingin melakukan semuanya untuk orang lain.

Strategi berikut ini mungkin dapat membantu anda berhenti menjadi People-Pleaser:

1. Sadarilah bahwa Anda punya pilihan. Orang yang sering merasa harus mengatakan ya saat seseorang meminta pertolongan mereka seringkali kurang menyadarinya. Ingat bahwa Anda selalu punya pilihan untuk mengatakan tidak.

2. Tetapkan Prioritas Anda. Temukan prioritas dan nilai diri anda, untuk membantu anda memberikan rem ketika berusaha menyenangkan orang lain. Cari tahu kapan anda merasa nyaman mengatakan tidak atau mengatakan ya. Tanyakan kepada diri sendiri, “Apa hal yang paling penting bagi saya?”

3. Memperlambat. Kapan pun seseorang meminta bantuan, sangat baik untuk mengatakan bahwa anda harus memikirkannya terlebih dahulu. Ini memberikan anda kesempatan untuk mempertimbangkan apakah anda dapat berkomitmen untuk membantu mereka. Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya punya waktu untuk melakukan ini? Apa yang akan saya korbankan? Seberapa tertekannya saya jika akan mengerjakannya? Apakah saya akan kecewa dengan orang yang meminta tolong ini?”. Jika orang tersebut membutuhkan jawaban segera, jawablah tidak. Jika anda langsung mengatakan ya, anda dapat terjebak. Dengan mengatakan tidak, sebenarnya anda memberikan diri anda pilihan untuk mengatakan ya nanti, tentu saja jika anda sudah menyadari bahwa anda dapat melakukannya.

Apa yang tidak disadari People-pleasers adalah bahwa terus berusaha menyenangkan orang lain dapat memiliki risiko serius pada kesehatan.

4. Tetapkan batasan waktu. Jika anda setuju untuk membantu, batasi kerangka waktu anda. Biarkan orang tersebut tahu bahwa “Saya hanya tersedia dari pukul 3 sore sampai 7 malam,” misalnya.

5. Pertimbangkan kemungkinan anda sedang dimanipulasi. Terkadang, orang secara nyata mengambil keuntungan dari anda, jadi penting untuk berhati-hati. Bagaimana anda mengenali mereka? Seringkali orang-orang yang memuji anda akan mengatakan misalnya: ‘Anda sangat pandai membuat kue, kapan anda akan membuat kue untuk ulang tahun anak saya?’. Bisa juga: “Tidak ada yang melakukan ini lebih baik dari anda, lebih baik anda ya yang mengerjakannya?”. Orang-orang ini akan membujuk anda untuk melakukan sesuatu atau mencoba memberi tahu, bahwa anda adalah orang yang tepat untuk melakukannya. Pada dasarnya, sebelum anda menyadarinya, mereka sudah membuatkan keputusan untuk anda.

6. Katakan tidak dengan keyakinan. Mengatakan tidak untuk pertama kali pastilah sulit. Namun, begitu anda dapat melewatinya, anda akan menyadari bahwa anda sudah mengatakan tidak untuk alasan yang baik. Segala sesuatu yang kita pelajari, kita jalankan melalui sebuah proses, jadi tidak usah segan mengambil langkah kecil dahulu.

Mengatakan tidak untuk pertama kali pastilah sulit. Namun, begitu anda dapat melewatinya, anda akan menyadari bahwa anda sudah mengatakan tidak untuk alasan yang baik. Segala sesuatu yang kita pelajari, kita jalankan melalui sebuah proses, jadi tidak usah segan mengambil langkah kecil dahulu.

7. Gunakan pernyataan asertif berempati. Ini artinya anda dapat bersikap tegas namun juga dapat menempatkan posisi anda pada kondisi orang tersebut. Anda dapat memberikan gambaran pada orang tersebut tahu bahwa anda mengerti walaupun anda tidak dapat membantu. Orang perlu merasa didengarkan dan dimengerti. Ini adalah cara yang baik untuk memahami diri dan orang tersebut sekaligus mengatakan tidak.

8. Jangan berikan alasan yang berlebihan. Tidak perlu memberikan berbagai alasan berkepanjangan untuk mempertahankan keputusan anda ketika mengatakan tidak kepada seseorang agar mereka mengerti betul alasan Anda. Begitu anda mulai menjelaskan, anda sebenarnya memberi orang lain ruang untuk mendesak anda kembali dan berkata, ‘Oh, anda bisa melakukannya nanti,’ atau ‘anda dapat menyesuaikan dengan jadwal anda koq’ .

9. Tidak perlu meminta maaf. People-pleasers cenderung mudah untuk mengatakan maaf berulang kali. Perhatikan saat anda meminta maaf dan pertimbangkan apakah anda benar-benar bersalah. Tanyakan pada diri anda apakah anda bertanggung jawab atas situasinya. 

Ingat bahwa ‘mengatakan tidak’ ada manfaatnya. Anda berhak atas waktu anda dan perlu beristirahat. Lihatlah bahwa mengatakan tidak sebagai kesempatan untuk meluangkan waktu untuk melakukan apa yang anda hargai dalam hidup anda. 

10. Ingat bahwa ‘mengatakan tidak’ ada manfaatnya. Anda berhak atas waktu anda dan anda perlu beristirahat. Lihatlah bahwa mengatakan tidak sebagai kesempatan untuk meluangkan waktu anda melakukan apa yang anda hargai dalam hidup anda. Jangan terfokus hanya pada hal buruk saja yang mungkin akan terjadi.

11. Tetapkan batasan yang jelas dan tindak lanjuti. Kita semua memiliki batasan fisik atau emosional. Karena keterbatasan ini, kita harus menetapkan batasan. Tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin anda lakukan, dan jangan melampaui batas ini. Jelaskan dalam mengkomunikasikan batasan anda. Katakan apa yang anda pikirkan dan apa yang anda inginkan.

12. Sadarilah bahwa Anda tidak bisa menjadi segalanya untuk semua orang. Meskipun anda bisa membuat seseorang bahagia, sadarilah bahwa kebahagiaan dan kesulitan datang silih berganti. Orang yang tidak mengatakan ya kepada semua orang juga menyadari bahwa mereka tidak bisa membuat orang lain selalu bahagia. 

 

Advertisements