Apa dan seperti apa sih Depresi itu?
Menurut berbagai penelitian psikologi jumlah orang yang mengalami depresi terus bertambah tiap tahunnya. Depresi merupakan penyakit kejiwaan yang terus meningkat dialami banyak orang, yang mengganggu konsentrasi, motivasi dan banyak aspek kehidupan lainnya. Depresi adalah gangguan yang sifatnya kompleks, yang terhubung dengan berbagai sistem tubuh termasuk sistem imun yang dapat menjadi penyebab maupun akibat dari depresi itu sendiri. Dampaknya dapat mengganggu tidur, napsu makan, penurunan berat badan ataupun peningkatan berat badan. Kompleksitas dari depresi seringkali membuat depresi memang sulit untuk dipahami.

dep2
Menurut berbagai penelitian psikologi jumlah orang yang mengalami depresi terus bertambah tiap tahunnya. Kompleksitas dari depresi seringkali membuat depresi memang sulit untuk dipahami.

Seperti apa gejala Depresi?
Tidak semua orang yang mengalami Depresi mengalami gejala yang persis sama. Ada orang yang mengalami sedikit dari gejalanya, ada yang banyak. Tingkat keparahannya berbeda antar individu dan juga bisa berbeda seiring berjalannya waktu. Gejala yang biasanya muncul antara lain: Kesedihan, kecemasan yang berkepanjangan. Tidak bisa merasakan perasaannya sendiri. Merasa tidak berdaya dan sangat pesimis. Tidak memiliki hasrat pada hal yang biasanya disukai. Merasa lelah luar biasa. Sulit berkonsentrasi, mengingat atau membuat keputusan. Insomnia atau malah tidur berkepanjangan. Keinginan bunuh diri hingga mencoba bunuh diri. Ingin marah terus. Secara fisik, tubuh tidak berespon terhadap pengobatan untuk sakit kepala, gangguan pencernaan, badan yang terus terasa sakit.

de1
Seperti apa gejala Depresi? Tidak semua orang yang mengalami Depresi mengalami gejala yang persis sama. Ada orang yang mengalami sedikit dari gejalanya, ada yang banyak. Tingkat keparahannya berbeda antar individu dan juga bisa berbeda seiring berjalannya waktu.

Penyebab Depresi itu apa saja ya?
Tidak ada penyebab tunggal Depresi. Depresi merupakan kombinasi dari genetik, biokimia, lingkungan dan faktor psikologis. Trauma, kehilangan orang terdekat, hubungan yang sulit dengan pasangan ataupun situasi stres yang luar biasa dapat menganggu kemampuan seseorang untuk dapat menghadapi masalah yang memicu munculnya Depresi.

 

de2
Secara umum, ada dua jenis utama Depresi; (1)Depresi Unipolar: Biasa disebut juga dengan Major Depression. (2)Depresi Bipolar atau Gangguan Bipolar

Apa saja ya jenis Depresi?
Secara umum, ada dua jenis utama Depresi; (1) Depresi Unipolar: yang paling sering dilihat orang sebagai depresi seperti kesedihan yang tak kunjung henti, apatis, putus asa dan tidak memiliki energi kehidupan. Biasa disebut juga dengan Major Depression. (2) Depresi Bipolar atau Gangguan Bipolar yang biasanya ditandai dengan kesedihan dalam jangka waktu lama sekaligus mengalami periode mania; yaitu seseorang mengalami perubahan mood jika tidak sedih luar biasa, mereka akan mengalami semangat tinggi luar biasa. Hal ini bisa berlangsung berhari-hari, bahkan ada yang menahun. Ada juga periode stabil diantara dua kutub mood tersebut, namun tidak selalu dapat diprediksi kemunculan periode stabil tersebut.
Ada juga jenis Depresi yang spesifik, namun tidak akan saya jelaskan mendetil ya, emailkan pertanyaan anda ke psikolog@anindya.web.id jika ingin tahu lebih lanjut. Misalnya seperti Depresi Postpartum. Ada juga yang hanya dialami orang yang tinggal di negara 4 musim, yang muncul pada musim dingin yang disebut Seasonal Affective Disorder. Penurunan mood yang persisten dan  berlangsung lama hingga menahun; biasanya disebut Dysthymia.

dep5
Ketika sudah terdiagnosa, seseorang yang mengalami depresi akan mendapatkan terapi obat dari dokter dan psikoterapi bersama psikolog. Untuk membantu orang terdekat kita menghadapi Depresi, kita dapat mengajak mereka melakukan gerakan fisik, seperti berjalan kaki ataupun yoga ringan.

Bagaimana mengobati Depresi?
Depresi ringan hingga berat sangatlah dapat disembuhkan. Sama seperti penyakit lainnya, semakin cepat Depresi mendapatkan penanganan, semakin efektif penyembuhannya dan semakin dapat dicegah kemunculannya.
Penanganan yang sesuai untuk Depresi dimulai dengan pemeriksaan secara fisik oleh dokter. Setelah mendapatkan pengobatan, biasanya dokter maupun psikolog juga akan menanyakan pengalaman penggunaan narkoba maupun alkohol dan pemikiran tentang bunuh diri.
Ketika sudah terdiagnosa, seseorang yang mengalami depresi akan mendapatkan terapi obat dari dokter dan psikoterapi bersama psikolog. Mengkombinasikan terapi pengobatan dan psikoterapi bermaksud untuk melihat pola berpikir yang menimbulkan munculnya Depresi serta cara pencegahan kemunculannya kembali. Untuk membantu orang terdekat kita menghadapi Depresi, kita dapat mengajak mereka melakukan gerakan fisik, seperti berjalan kaki ataupun yoga ringan.

Advertisements