Apakah anda selalu menjaga hubungan pertemanan yang positif, menyenangkan dengan sejawat/saudara/teman dekat anda? Apakah anda menganggap diri anda sebagai orang baik, halus dan sopan yang tidak pernah memulai pertengkaran?

Sebenarnya anda sama bertanggung jawabnya dengan anggota tim kerja atau teman anda yang agresif. Kenapa begitu? Hal ini merupakan masalah ketika kita malah menarik diri dari konflik terbuka dan sehat dalam menghadapi masalah. Jika anda merasa anda adalah bagian dari suatu tim ataupun kumpulan pertemanan, tetapi anda hanya selalu pasif, sebenarnya anda sudah menyesatkan diri anda sendiri. Jadi bagaimana  ya cara untuk merangkul konflik yang sehat:

c3
Hadapi konflik dalam tim kerja dengan mengekspresikan opini berlawanan anda tanpa bertujuan untuk menyalahkan pendapat orang lain. Maksudnya? http://bit.ly/2flC4bq
  • Ekspresikan opini berlawanan anda tanpa bertujuan untuk: “bahwa saya benar, kamu yang salah.”
    Berikan kesempatan pada masukan yang anda dengar, kemudian tambahkan dengan masukan anda sendiri. Baru kemudian katakan pada tim kerja anda, bagaimana menanggulangi masalah yang ada bersama-sama.
  • Gunakan perumpamaan.
    Jika anda masih sulit untuk bersikap asertif, coba tanyakan pada teman dekat anda untuk membayangkan jika jalan ceritanya berbeda. Misalnya: “saya dengar kamu sedang kesulitan untuk membuat keputusan cara meningkatkan penjualan. Jika cara baru dapat kamu temukan, akan seperti apa ya penjualan di divisimu?”
c4
Jika anda masih sulit untuk bersikap asertif, coba tanyakan pada teman dekat anda untuk membayangkan jika jalan ceritanya berbeda. Maksudnya? http://bit.ly/2flC4bq
  • Katakan tentang dampak dari suatu tindakan.
    Daripada langsung tidak menyetujui dengan rencana kawan-kawan anda, bantu kawan-kawan anda untuk memikirkan konsekuensinya. Lakukan dengan menanyakan pertanyaan terbuka mengenai dampaknya jika hal tersebut dilakukan.
  • Tanyakan tentang isu yang melatarbelakangi masalah.
    Jika anda tidak menyetujui untuk melakukan sesuatu bersama sejawat ataupun anak buah anda, cobalah untuk mendiskusikan secara rasional. Contohnya: “Saya paham bahwa kamu ingin mengadakan rekruitmen baru untuk divisimu agar dapat meningkatkan hasil kerja. Adakah tujuan yang lebih nyata dengan menambah pegawai baru?”

 

c1
Menghadapi konflik dapat memberikan sudut pandang yang berbeda walaupun ada ketidaknyamanan, Disinilah anda akan belajar untuk keluar dari Comfort Zone anda. Yuk! http://bit.ly/2flC4bq

Menghadapi konflik dapat memberikan sudut pandang yang berbeda walaupun ada ketidaknyamanan, tetapi hal ini sangat penting dalam keefektifan kerja suatu tim ataupun dalam persahabatan. Perbedaan cara berpikir merupakan sumber inovasi dan perkembangan. Anda juga akan dapat mengidentifikasi masalah dengan lebih jelas. Sudah saatnya memberikan diri anda kenyamanan dalam ketidaknyamanan. Di sinilah anda akan belajar untuk keluar dari Comfort Zone anda. Yuk!

Baca juga: Keluar dari Comfort Zone itu perlu untuk dilakukan, tetapi kenapa sulit ya?

Advertisements