Keluhan yang umum saya dengar dari klien pasangan adalah salah satunya merasa dirinya atau hubungannya tidak dianggap penting oleh pasangannya. Entah karena pekerjaan, anak atau berbagai alasan lainnya. Terkadang hal ini muncul secara situasional, misalnya ketika salah satu harus mengurus anak sakit, yang satunya harus bekerja lembur setiap hari.

Tetapi sebenarnya hal ini terjadi karena pola perilaku yang terlanjur didiamkan, sehingga pasangan seringkali merasa hubungan menjadi tak berarti, tak terkoneksi. Mungkin sebagai pasangan anda tidak bertengkar, tetapi anda tidak pernah berbicara dari hati ke hati di luar pembicaraan kebutuhan harian atau isian dapur. Anda hanya sekedar menjalani kehidupan setiap hari dengan pola rutinitas yang persis sama dan tidak pernah memberikan ‘waktu berkualitas’ bersama pasangan.
Artinya sudah saatnya untuk berubah, mungkin beberapa tips ini dapat anda coba bersama pasangan:

rel4
Pola perilaku yang terlanjur didiamkan, sehingga pasangan seringkali merasa hubungan menjadi tak berarti, tak terkoneksi. Tips mengatasinya? Lihat saja di http://bit.ly/2eYo9YD

1.  Saling mengingatkan. Salah satu gejala diskoneksi yang sering terdengar: “dia tidak pernah menanyakan keadaan saya”. Lebih baik jangan mengeluh saja, coba lakukan sesuatu dan rubah pola rutinitas anda sesekali. Secara proaktif, katakan pada pasangan anda apa yang anda rasakan dan apa yang sedang anda lakukan. Daripada hanya menunggu kesadaran pasangan anda yang tidak kunjung sadar dan hanya malah membuat anda kesal.

2. Jangan defensif. Ketika pasangan kita mengeluhkan sesuatu, cobalah untuk menghindari respon bertahan. Apalagi hingga kemudian anda berusaha mengumpulkan bukti untuk menguatkan respon bertahan anda. Sebenarnya anda mungkin hanya berusaha meyakinkan pasangan anda bahwa anda benar dan dia salah yang akhirnya membawa anda berdua akan saling adu argumen. Jangan lakukan hal ini, mungkin tidak mudah tetapi perilaku anda akan menampilkan: “saya sudah berusaha yang terbaik, tetapi kamu masih tidak bahagia. Karena saya sayang dengan kamu, saya ingin memahami kondisi ini dan membuatnya lebih baik.” Perilaku ini bukan berarti anda pasif saja menerima keluhan, tetapi menampilkan kesensitifan dan perilaku layaknya manusia dewasa.

3. Jangan menyerang balik. Hal ini biasanya merupakan lanjutan dari argumen yang defensif. Cobalah untuk fokus pada keprihatinan pasangan anda. Carilah waktu ketika anda berdua sudah tenang, baru anda beritahu keprihatinan dari sisi anda.

rel2
Ketika pasangan kita mengeluhkan sesuatu, cobalah untuk menghindari respon bertahan. Maksudnya? Lihat saja di http://bit.ly/2eYo9YD

4. Jadwalkan waktu berkualitas hanya berdua. Tidak dapat ditawar lagi, rencanakan waktu untuk anda berdua saja dengan pasangan. Jika sudah ditetapkan dengan sungguh-sungguh, jangan diingkari oleh anda berdua. Ciptakan pengalaman positif dan buat kenangan manis berdua untuk melawan kebosanan dari rutinitas.

5. Perlakukan pasangan dengan sopan, sensitif dan saling menghormati. Kesulitan apapun yang dihadapi dalam suatu hubungan, ingatkan diri anda untuk tetap memperlakukan pasangan anda dengan baik. Penting untuk terus diingat, perlakukan pasangan sebagaimana anda ingin diperlakukan.

6. Katakan ya dan… daripada ya tapi… Kehidupan berpasangan adalah bekerjasama dalam satu tim. Daripada anda menjadi defensif atau selalu mengatur. Dengarkan masukan pasangan dan coba juga memberikan ide tambahan jika anda masih ragu dengan masukan pasangan anda, tapi bukan mematikan ide pasangan anda.

rel5
Salah satu Tips Memprioritaskan Hubungan Berpasangan: Perlakukan pasangan dengan sopan, sensitif dan saling menghormati. Lengkapnya, lihat http://bit.ly/2eYo9YD

7. Buatlah percakapan yang intim dan mesra. Hal ini sangat penting disadari oleh tiap pasangan. Buatlah kata-kata, bahasa tubuh yang hanya dapat dipahami anda berdua. Jangan terbawa pada percakapan rutin secara berkepanjangan. Keintiman artinya anda berdua berusaha keluar dari zona aman untuk memperdalam hubungan.

8. Selesaikan masalah. Rencanakan waktu untuk menyelesaikan masalah yang harus diselesaikan sekecil apapun itu. Tentu saja dengan tujuan agar pasangan dapat saling memahami. Jangan terlalu banyak membawa kesalahan masa lalu, jangan membuat drama, pastikan tujuan pembicaraan jelas.

rel3

Masih banyak lagi tips-tips lainnya yang rasanya tidak cukup hanya dalam satu artikel. Jika tips di atas masih terasa sulit untuk dilakukan, pertimbangkan untuk melakukan konseling pasangan dengan psikolog. Seringkali anda dan pasangan membutuhkan tempat yang aman untuk meluruskan situasi yang terkadang sulit dipahami jika hanya bersama pasangan anda saja.

Advertisements