Kesalahpahaman mengenai stres dapat memberikan efek yang semakin buruk bagi stres yang mungkin sedang anda alami. Beberapa hal yang perlu anda pahami untuk membantu anda membuang kepercayaan anda tentang mitos stres yang salah. Tentu saja disertai dengan petunjuk yang dapat anda gunakan secara positif dan produktif untuk mengurangi stres yang mungkin sedang anda alami:

Mitos 1: Stres yang dialami semua orang itu semua sama.
Hal ini tidak benar. Semua orang masing-masing memiliki ambang batas dan reaksi yang berbeda ketika menghadapi stres. Ada orang yang menarik diri dari lingkungannya, ada yang mengalami kecemasan, ada yang menjadi sensitif dan mudah marah. Identifikasi apa yang memicu stres anda dan apa yang biasanya anda lakukan pertama kali ketika berusaha untuk memahami stres yang anda alami.

Necessary stress quotes
Stres tidak selalu buruk, ada situasi dalam hidup kita yang memang membutuhkan stres untuk menjadikan kita lebih baik. Pahami lebih lanjut di http://bit.ly/2b6jRwz

Mitos 2: Stres itu buruk.
Stres bisa menjadi buruk bagi banyak orang, namun tidak selalu. Dalam beberapa situasi, stres dapat membantu kita bertahan dalam kondisi yang berbahaya. Stres juga dapat menjadi motivator besar untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Apakah stres yang kita alami “baik” ataupun “buruk”, yang penting untuk diperhatikan adalah jumlah stres dalam hidup kita dan bagaimana kita mengelolanya daripada hanya melihat akibat positif dan negatifnya dari stres tersebut.

Mitos 3: “Stres ada dimana-mana, jadi terima saja lah.”
Banyak aspek dari kehidupan kita seperti ekonomi yang buruk, kerja lembur, tekanan keluarga, dan yang lainnya, membuat seseorang mudah menjadi stres. Pada kenyataannya stres tidak selalu ada dimana-mana dan anda tidak harus menerimanya begitu saja. Anda dapat membuat hidup anda terbebas dari waktu penuh stres. Anda juga dapat membangun strategi efektif untuk memahami pengalaman hidup anda yang membuat anda stres. Buat prioritas, bagi pekerjaan yang sulit menjadi beberapa bagian. Dan, tentu saja membuat strategi manajemen waktu merupakan salah satu cara untuk mengurangi stres.

Mitos 4: Strategi paling populer untuk mengurangi stres, pasti yang paling bagus.
Yang satu ini merupakan mitos berbahaya untuk dipercaya karena dapat membawa seseorang memaksa mereka untuk berhubungan dengan aktivitas yang “seharusnya” dapat membebaskan diri dari stres walaupun strategi tersebut mungkin tidak efektif bagi gaya hidup dan kepribadian orang tersebut. Pada kenyataannya tidak ada -satu program manajemen stres cocok untuk semua orang-. Ada klien saya merasa mendengarkan musik malah menambah pusing kepala, ada yang justru mudah sekali menurunkan stres dengan mendengarkan musik. Rencana manajamen stres yang paling baik adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketertarikan seseorang secara personal. Jika anda memaksakan melakukan sesuatu yang tampaknya cocok untuk banyak orang tetapi malah makin membuat anda makin stres, jangan ragu untuk segera berhenti melakukan hal tersebut.

stressfilter500
Tidak ada “satu program manajemen stres cocok untuk semua orang” Manajamen stres yang paling baik adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketertarikan seseorang secara personal.

Mitos 5: Jika tidak ada gejala apapun, pasti tidak ada stres.
Ini juga tidak benar. Tidak hadirnya gejala stres bukan berarti stres tidak ada. Dalam kondisi jangka panjang, stres kronis dapat menyebabkan pikiran dan tubuh anda mengalami penurunan secra drastis; seperti kelelahan luar biasa padahal anda sudah tidur cukup, banyak pekerjaan terbengkalai padahal anda sudah berusaha mengerjakan dengan benar, menjadi sangat pelupa dan  masih banyak lagi gejala lainnya yang bisa berbeda bentuknya pada tiap orang. Kondisi ini dapat berlangsung tahunan bahkan puluhan tahun jika anda diamkan dan akan termanifestasi dalam kondisi yang sangat buruk. Jangan diamkan stres dalam hidup anda hanya karena anda tidak merasa menderita saat ini. Mengembangkan manajemen stres sejak dini dapat membantu anda mempersiapkan diri menghadapi situasi yang lebih sulit di masa mendatang.

Mitos 6: Hanya stres berat yang membutuhkan perhatian.
Gejala kecil dari stres akan dapat menjadi gejala besar jika tidak dikelola secara efektif. Stres kecil dapat berupa pusing kepala yang sering muncul, merasa lelah sepanjang hari, dan yang lainnya. Hal yang paling penting untuk diingat adalah ketika banyak cara untuk mengurangi stres, keefektifan manajemen stres bukan berupa program yang menyuruh anda untuk bersantai atau menemukan keseimbangan. Kuncinya adalah berusaha menemukan program manajemen stres yang tepat, sesuai gaya hidup dan kepribadian anda sehingga anda dapat berkomitmen untuk menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

the-right-attitude-can-convert-a-negative-stress-into-a-positive-one400
Apakah anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai manajemen stres yang sesuai bagi diri anda? hubungi kami melalui email: anindya.psikolog@gmail.com

Last, but not least. It’s OK to be stress

Advertisements