Mbak Anindya, kenapa ya saya sulit sekali jika harus mengalami perubahan kecil atau jika saya harus mengenal orang baru, padahal sebetulnya saya suka berteman. Atau kalo ingin mencoba hal baru yang sebetulnya saya tertarik, mulainya susah, mikirnya lama. Sepertinya saya mengalami ketakutan untuk keluar dari Comfort Zone ya mbak? Bagaimana ya mbak supaya bisa keluar dari Comfort Zone? (Tommy, 29 tahun, pengusaha)

Meninggalkan Comfort Zone dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang diri kita sendiri; siapa diri kita, seperti apa diri kita ketika membuka diri dengan pengalaman baru. Hal ini dapat membuat kita berkembang hingga bertambah dewasa secara mental.

Hello Tommy,
Comfort Zone merupakan konstruk psikologis dan perilaku seseorang yang menggambarkan bagaimana seseorang menjalani rutinitasnya sehari-hari. Berada dalam Comfort Zone memperlihatkan cara kita menghadapi dunia yang membuat kita merasa nyaman dan bebas dari kecemasan.

Oleh sebab itu banyak orang enggan untuk keluar dari Comfort Zone. Padahal  kita juga dapat merasa tidak nyaman dalam Comfort Zone, tetapi kita memilih menetap didalamnya. Kita mengkhawatirkan hal-hal di luar Comfort Zone kita akan lebih buruk. Bertahan secara terus-menerus dalam Comfort Zone mencegah terjadinya perubahan serta pengembangan diri.

Padahal meninggalkan Comfort Zone dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang diri kita sendiri; siapa diri kita, seperti apa diri kita ketika membuka diri dengan pengalaman baru. Hal ini dapat membuat kita berkembang hingga bertambah dewasa secara mental.

Tanda-tanda bahwa kita sedang berada dalam Comfort Zone, seringkali cukup mudah dikenali. Apalagi jika tanda-tanda ini sudah terjadi berbulan-bulan bahkan ada yang hingga menahun sudah mengalami hal ini: anda merasa sangat bosan, sulit membuat berbagai keputusan untuk hidup anda, sering merasa resah, tidak puas dan tidak bahagia, semakin sering anda membayangkan anda hidup dalam kehidupan yang berbeda tetapi anda tidak tahu apa yang harus anda lakukan.

Bahkan ada juga yang terus berusaha mempertahankan keyakinannya bahwa mereka dalam kondisi “baik-baik saja” dan tidak ada yang perlu dirubah padahal sudah sering merasa tidak nyaman dengan kondisi Comfort Zone nya.

Keluar dari Comfort Zone memiliki sisi kebaikan. Namun, jika kita melakukannya dengan berlebihan atau terlalu memaksakan diri dalam waktu cepat dapat juga menjadi buruk dan anda akan cepat merasa bosan. Jadi bagaimana untuk memulainya?

Menghadapi sedikit stres dan sedikit kecemasan adalah hal yang wajar dan bisa menjadi hal yang baik bagi seseorang untuk berkembang. Jika yang kita lakukan hanya berada dalam dunia kenyamanan kita, banyak hal menarik dan mendewasakan akan terlewati. Itu artinya tidak ada pengalaman baru, tidak ada tantangan dan tidak ada resiko.

Kesalahan tidak akan terjadi, dengan membuat kesalahan ketika hendak mulai keluar dari Comfort Zone adalah langkah pertama yang perlu dilakukan dan sangat wajar terjadi. Takut akan kegagalan atau kekecewaan dalam proses menjalani suatu hal baru sering menjadi ketakutan mendasar. Padahal manusia memiliki kemampuan untuk bangkit dari masalah, kemampuan menanggulangi kesulitan hidup. Langkah pertama untuk mencoba keluar dari Comfort Zone seringkali merupakan langkah paling sulit untuk dijalani, tetapi sangat baik untuk dilakukan.

Langkah kedua, adalah mencoba menghadapi perubahan secara perlahan. Disinilah kita melatih fleksibilitas kita dalam bertransisi menghadapi hal baru dalam hidup. Misalnya dengan melakukan satu hal berbeda setiap harinya. Setiap kita melakukan transisi, sekecil apapun itu, kita akan menjelma menjadi versi diri kita yang lebih dewasa dengan membangun kebiasaan baru. Coba dan rasakan perbedaannya.

Melangkah ke dalam hal yang kita tidak ketahui dapat menjadi suatu hal yang membingungkan dan menakutkan, apalagi jika kita langsung memperkirakan gambaran besar yang mungkin terjadi. Dalam langkah ketiga ini, kita dapat mencoba untuk membagi apa yang kita ingin capai melalui perubahan-perubahan kecil. Hal inilah yang akan terakumulasi menjadi kebiasaan baru. Cobalah sesuatu yang baru, seperti makan makanan yang belum pernah anda makan sebelumnya, dengarkan musik yang berbeda, buatlah proyek baru yang belum anda pahami sebelumnya dengan membuat perencanaan terlebih dahulu tetapi menarik minat anda. Tambahkan hal baru yang dapat meningkatkan kecerdasan mental anda.

Terkadang, buat banyak orang berusaha untuk keluar dari Comfort Zone seorang diri ataupun lingkungan sekitar yang kurang memahami kondisi kita bukanlah hal yang tidak lazim. Jika anda masih merasa kesulitan memahami Comfort Zone diri anda sendiri, hingga merasa membutuhkan bantuan untuk keluar dari kondisi tersebut, anda dapat mencari bantuan psikolog melalui self-acknowledgement counseling.

Mungkin kita semua bisa belajar dan mulai mempertanyakan hal ini setiap kita ragu untuk memulai suatu hal di luar kenyamanan kita:

“What scares you now? What’s intimidating? What’s the great unknown? I keep using that question to guide my next move.” (Derek Sivers; writer, entrepreneur, avid student of life.)

Advertisements