“The earlier someone gets help, the easier it is to get through the problem. There will be less time and less strain and stress involved in that.” (Daniel J. Reidenberg, psychologist.)

enhanced-8740-1449704795-8
Temui psikolog yang dapat anda percayai, dapat menerima permasalahan anda dan tidak menghakimi.

Berlawanan dengan kepercayaan banyak orang, sebenarnya kita tidak harus menjadi “gila” dahulu untuk datang ke psikolog. Jadi sebenarnya kapan ya saatnya kita perlu ke psikolog? Sebetulnya kapan saja anda merasa kewalahan dengan masalah anda sendiri, anda sudah dapat berkunjung dan berkonsultasi dengan psikolog. Banyak orang bisa mendapatkan keuntungan dari melakukan konseling bersama psikolog.

Terkadang tanda-tandanya sangat jelas. Bisa juga anda dapat merasa kehilangan arah dan anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kondisi ini kemudian membuat banyak orang memaksakan diri, berusaha menopang kehidupan dengan berbagai kesibukan yang luar biasa. Akhirnya hidup anda menjadi tak terkontrol, sangat bermasalah dan sulit anda pahami. Sebelum sampai pada titik tersebut, ada beberapa tanda-tanda yang mungkin dapat memberikan pemahaman pada anda untuk perlunya datang ke psikolog:

1. Merasa sedih luar biasa, kemarahan yang sulit terkontrol ataupun ketika anda merasa saat ini anda bukan seperti diri anda biasanya.

Kesedihan yang sulit dikontrol, perasaan tidak berdaya ataupun marah secara terus-menerus dapat menjadi tanda adanya masalah psikologis yang dapat diperbaiki ketika anda melakukan konseling. Jika anda makan ataupun tidur secara berlebihan atau kurang sekali hingga sering tidak bisa tidur juga dapat menjadi tanda. Kemudian menarik diri hingga menutup diri dengan orang terdekat anda hingga anda merasa mereka sangat sulit memahami diri anda, hal ini juga dapat menjadi tanda lainnya. Jangan segan untuk menemui psikolog sebelum masalah anda mempengaruhi kualitas hidup anda. Jika kondisi serta perasaan buruk tersebut meningkat, bahkan hingga mulai terpikirkan untuk mati atau ingin bunuh diri, mendatangi psikolog sudah tidak dapat ditawar lagi.

2. Penyalahgunaan obat terlarang, alkohol, makanan ataupun seks.

Ketika anda mulai menggunakan zat tertentu ataupun melakukan perilaku tertentu untuk membuat anda merasa lebih nyaman, itu artinya kemampuan anda untuk membenahi masalah hidup sudah perlu diperbaiki. Jika anda merasa tidak mampu atau sulit mengontrol perilaku penyalahgunaan ini, apalagi hingga anda sulit memberhentikannya meskipun sadar bahwa konsekuensi negatif akan muncul. Hal ini menandakan anda sudah masuk ke dalam tahap adiksi ataupun perilaku kompulsif, yang tentu saja sudah membutuhkan terapi dan konseling.

3. Kehilangan orang terdekat atau sesuatu yang sangat berarti bagi anda.

Kesedihan dapat berlangsung lama dan menjadi proses yang menyulitkan untuk dipahami tanpa adanya dukungan. Mungkin tidak semua orang membutuhkan konseling ketika menghadapi masa sangat bersedih, namun tidak perlu merasa malu jika kita membutuhkan bantuan untuk menghadapi rasa kehilangan orang atau sesuatu yang kita cintai; apakah itu pekerjaan anda, bercerai ataupun meninggal dunia. Apalagi jika anda mengalami banyak kehilangan dalam waktu yang berdekatan. Ditambah lagi, jika proses menjalani rasa kehilangan tidak dihadapi dengan benar, perasaan traumatik, kesulitan membangun hubungan dengan orang baru ataupun kondisi baru dapat menyulitkan dan mempengaruhi sisi hidup anda yang lain di sepanjang masa hidup kita.

4. Mengalami situasi dan kondisi traumatik.

Jika anda memiliki sejarah menjadi korban ataupun saksi kekerasan, kejahatan ataupun pengalaman traumatik lainnya. Misalnya seperti mengalami kecelakaan berat dan belum dapat anda pahami secara menyeluruh pengalaman buruk tersebut, segeralah temui psikolog terdekat. Efek dari pengalaman traumatik dapat sangat menganggu keseharian hidup anda. Seperti secara terus menerus pengalaman traumatik tersebut terpikirkan hingga anda sulit melakukan aktivitas anda, sulit tidur padahal anda sudah kelelahan dengan aktivitas anda seharian, mimpi buruk, nafsu makan menurun jauh atau bahkan meningkat sangat tajam. Dampak-dampak buruk dari pengalaman traumatik ini dapat menjadi lebih buruk lagi jika tidak segera tertangani.

5. Anda mengalami sakit fisik seperti sakit kepala yang berulang-ulang, sulit tidur, sakit perut atau flu yang tak kunjung sembuh padahal anda sudah ke dokter.

Jika kita mengalami kekecewaan secara emosional tanpa kita sadari akan dapat memberikan efek buruk pada tubuh kita. Menurut berbagai penelitian psikologi, stres dapat bermanifestasi dalam bentuk penyakit pada tubuh. Hal yang paling sering dan umum ditemui adalah kelelahan tubuh yang luar biasa padahal jam tidur mencukupi, flu yang tak kunjung sembuh, otot tubuh yang sering sakit bukan akibat olahraga, atau rasa sakit pada leher bukan karena salah tidur ya hingga hilangnya gairah seks.

6. Anda tidak dapat lagi menikmati ataupun melakukan hal-hal yang anda sukai

Apakah anda sekarang berhenti melakukan hal-hal yang anda sukai dan anda nikmati? Atau anda merasakan perasaan dan/ atau pengalaman yang menyakitkan, tak berdaya bahkan ketika bersama orang-orang terdekat, sahabat anda atau sejawat kantor. Hal ini merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan dalam kehidupan anda.

Jika anda memutuskan untuk mencoba datang ke psikolog, bukan berarti anda akan menggantungkan diri dan permasalahan anda selamanya pada psikolog tersebut. Menurut artikel jurnal penelitian psikologi konseling tahun 2001, ditemukan bahwa orang merasa terbantu dan menjadi jauh lebih baik setelah mendatangi psikolog 7-10 pertemuan. Kemudian pada artikel jurnal psikologi  klinis tahun 2006, 88% orang yang berkonsultasi ke psikolog mengalami perbaikan hanya dengan satu kali sesi.

Kesempatan untuk berbicara  tanpa sensor dan tanpa perlu merasa takut dihakimi dengan psikolog dapat memberikan perubahan berarti dalam hidup anda. Anda juga dapat memiliki wawasan tentang diri anda sendiri mengenai pola-pola kehidupan dan cara-cara anda melihat hingga menangani masalah-masalah hidup anda. Wawasan ini kemudian dapat anda kembangkan menjadi suatu kemampuan yang dapat anda kerjakan sendiri nantinya hingga menjadi kebiasaan baru yang positif.

Advertisements