general-meeting-reminder-clipart-free-clip-art-images

Selama perjalanan hidup kita, tak jarang kita mendengar bahkan terkadang mengalami masalah penipuan dari masalah sepele seperti mendapatkan uang palsu, membeli obat palsu hingga yang besar seperti masalah penipuan saham. Sama halnya dengan psikolog palsu, kemungkinan hal tersebut dapat terjadi pada anda atau siapapun juga. Apalagi jika anda sedang membutuhkan tetapi tidak memiliki referensi.

Anda bisa koq mengantisipasinya! Dengan beberapa hal-hal simpel di bawah ini:

Untuk yang mendasar anda dapat tanyakan:
– Lulusan fakultas psikologi universitas mana?
– Meminta perlihatkan surat ijin praktek atau kartu keanggotaan yang dikeluarkan oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia).
– Menanyakan nomor ijin praktek Psikolog tersebut.
– Seorang psikolog berasal dari lulusan S1 Psikologi (Sarjana Psikologi) yang melanjutkan ke program magister profesi psikolog selama 2 tahun (yang akan bergelar M.Psi). Jika seseorang lulusan S1 psikologi tidak melanjutkan ke program profesi psikolog, maka ia bukan seorang psikolog.

– Begitu juga dengan lulusan S1 di luar psikologi TIDAK DAPAT meneruskan S2 program magister profesi psikolog untuk menjadi psikolog. Namun lulusan S1 di luar psikologi dapat meneruskan program S2 Psikologi SELAIN profesi psikolog, seperti psikologi terapan atau sains psikologi.

Keempat hal di atas dapat dijadikan acuan untuk anda memilih psikolog bagi kebutuhan anda.
Semoga membantu!

Advertisements